Sharing is Caring
Perjalanan ke US saat pandemi seperti ini memang beda rasanya ya...
Meskipun sebelumnya pernah ke US 2007-2008 ikut CCSI ke Tampa Florida, 2010-2012 Master Program di Columbus OH tetapi berangkat di 2021 untuk program ini luar biasa rasa dan pengalamannya.
Kami batch Fulbright 2020 ada yang harus defer 1 mungkin juga 2 semester dan beberapa menempuh perkuliahan online selama 1 dan 2 semester di Indonesia. Seperti halnya saya yang harus berangkat Agustus 2020 terpaksa defer 1 semester karena pandemi dan Alhamdulillah hari ini bisa bertolak ke US dengan rute CGK-NRT-ORD-CMH (kira kira begitu singkatan untuk Jakarta (Indonesia) - Narita (Jepang) - Dallas (USA) - Ohio (USA).
Untuk sampai ke titik ini, saya sendiri butuh kesabaran dalam belajar hal-hal baru dan memaklumi berbagai ketidakpastian. Rangkaian proses persiapan program dari mulai lulus seleksi wawancara, ikut tes IBT, TES GRE sampe dua kali (oh god, tell me about this) saya lewati dengan baik, tentunya perjuangan dan pengorbanan ada disana tapi everything went well sebelum pandemi datang.
Berbeda dengan pengurusan paspor hijau, VISA, izin setneg, paspor biru (yg akhirnya ga jadi dipake karena telat), Tugas belajar, Pre Academic Training, Pre Departure Orientation, Gateway Orientation, admission ke universitas, medical check up sampe dua kali, imunisasi, Covid Testing dan masih banyak lagi rangkaian kegiatan baru serta adjusment yang harus ditempuh karena Pandemi Covid 19. Kami angkatan 2020 yang pertama melakukan orientasi online, PAT online, dan berbagai aktivitas persiapan keberangkatan full online dan kalopun in person harus benar benar mematuhi protokol kesehatan.. Masya Allah.. Pengalaman baru bagi saya pribadi.
Tidak asing ditelinga saya ketika banyak yang mempertanyakan keberangkatan dan program yg nantinya akan saya tempuh
"Memangnya bisa masuk US?, Kok berangkat saat pandemi.., Hati hati ya karena gelombang kedua itu lebih dahsyat apalagi di negara yang suhunya minus, strain virusnya lebih ganas dan banyak lagi.., masih jadi studi Tia?, Kapan berangkatnya? Bukannya di Amerika lebih parah angka kematiannya?, selamat ya tapi hati hati loh.." dan masih banyak lagi...
Masya Allah syukur banyak yang memperhatikan saya dan Intinya banyak yang menghawatirkan saya dimasa pandemi termasuk suami dan keluarga. Saya sendiri sangat khawatir. Belum lagi harus ninggalin 3 anak yang super cute π
Ada banyak proses administrasi yang harus dilalui dan yang paling menyakitkan (sedikit lebay) adalah saat di colok hidung dan tenggorokan (Tes Swab PCR) dua hari sebelum keberangkatan.
Anyway, dari seluruh rangkaian proses administrasi itu saya kadang merasa overwhelmed dengan informasi. Dalam sehari dan beberapa kali kalo lagi hectic saya menerima email yang bertumpuk baik dari sponsor beasiswa, pihak kampus OSU, advisor, international office dan apartment. Saya juga harus mencocokkan berbagai info yang saya dapatkan dengan tanggal keberangkatan, tanggal valid hasil tes covid, tanggal lease apartement, kebijakan karantina, dll
Ditambah lagi proses masuk kuliah pertama yang sifatnya hybrid, maklum sebelumnya juga kurang familiar dan sistem serta requirement dadakan yang harus di penuhi terkait kondisi pandemi.
Challenging juga bagi saya yang berangkat nya diawal tahun dan mempersiapkan semuanya di akhir tahun dimana semua kantor di US pada tutup christmas dan New Year Eve sementara saya harus memastikan kebutuhan saat tiba di US bisa terpenuhi atau at least settle dari basic needs. Program akan dimulai tanggal 11 january sedangkan kebijakan beasiswa bahwa TOA (stipend) akan berlaku sesuai tanggal program. Disisi lain advisor saya meminta agar saya tiba di Columbus pada tanggal 2 Januari 2020 untuk mempersiapkan segalanya sebelum kuliah dimulai.
"The first day of class is 11/1. But OSU has international arriving student requirements and covid testing - I recommend you book a week earlier - That way u have a week to complete the check in requirements
i also recommend you buy some KN95 mask for your flight. The covid very very bad here now and will stay that way until March"
Berkali kali PIC menanyakan apakah ada kebijakan karantina atau tidak dan jawaban nya masih tidak. Berarti jika saya harus ke US tanggal 2 maka saya harus self funded sebelum masa berlaku ToA (Term of agreement). Ini bagian paling menegangkan. Dua hari sebelum saya berangkat ternyata info dari international student advisor bahwa ada kebijakan kampus baru yang mengharuskan tes covid dan masa karantina mandiri 10 hari setelah tiba di Columbus. Masya Allah, Allah mempermudah segalanya.Saya sampaikan hal ini ke pihak sponsor. Alhamdulillah advisor saya juga menuliskan surat resmi kepada pihak sponsor terkait kedatangan saya di tanggal dua (early arrival) sehingga ini juga sangat membantu saat diimigrasi nanti mengingat berangkat di masa pandemi cukup ketat aturannya apalagi untuk masuk ke US yang harus melalui Jepang. Daaaan......Indonesia termasuk negara kategori level 3 yang mendapat warning luar biasa untuk visitor yg datang dari Indonesia.....bahasa lainnya negara lain akan sangat berhati hati dengan pengunjung dari Indonesia.
Hikmahnya saya belajar dan mengalami nasehat ini "always talk to your advisor". Dialah yg paling paham dan care terhadap kita selama persiapan kuliah dan selama kuliah di US. Million thanks to my beloved advisor atas bimbingannya Dr. Adrian Rodgers, siapa yang tidak kenal Beliau di Dept Teaching and Learning OSU. Beliau selalu mengurusi Internasional students dari Indonesia dan beberapa kali conduct education and research project di Indonesia.
Bicara tentang tantangan dan perjuangan, saya yakin semua Fulbrighters 2020 merasakannya..Belum lagi kendala teknis lain terkait sistem yang baru. Pokoknya kalo di ceritain satu per satu bisa panjaaaaang. Tapi Alhamdulillah pihak sponsor Fulbright Sangat membantu dan menghandle semuanya dengan baik. Tidak heran mereka sangat professional mengurusi kami bahkan di tengah pandemi seperti ini. Yaa... 75 tahun mengurusi beasiswa ini tentunya sudah sangat well well well semuanya π oiya tahun ini Fulbright berusia 75 Tahun..Happy Birthday..special thanks buat Aminef dan PIC saya yang cukup responsif dan sangat membantu. Juga teman teman sesama perjuangan Fulbrighters 2020 baik yg master dan PhD Program, semoga semangat terus dan selalu dilindungi Allah SWT. Angkatan kita memang spesial. π
Sejak seminggu sebelum keberangkan tiket sudah ditangan, semua saya persiapkan.. Thanks to my beloved husband yang sangat supportive dan menyiapkan banyak hal untuk setiap perjalanan saya, semoga Allah memberi Abah kesehatan dan umur panjang.
Siang itu saya menerima email dari Japan Air Line, yang isinya seperti ini
"For new entry into Japan until January 3rd, 2021, 23:59 Japan time
If you have a valid newly entry visa that has already been issued, you will not be subject to denial of entry (except for the UK and South Africa).
・For new entry into Japan on or after January 4th, 2021,00:00 Japan time
Those who have stayed in countries and regions categorized as level 3 (Avoid All Travel) of MOFA’s Travel Advice and Warning on Infectious Diseases within 14 days before arriving in Japan) will be denied entry even if they have a valid newly entry visa that has already been issued."
Saya baca berulang-ulang dan memastikan saya paham akan kalimat diatas. Intinya tidak bisa masuk Jepang tanggal 4 pukul 00 meskipun sudah punya VISA dan tiket. Hmmm..Tak lama berselang beberapa menit temen yang jadwal keberangkatan nya tanggal 5 mengirimkan pesan WA bahwa mereka di telepon satu per satu, penerbangannya di reschedule tanggal 16.
Saya tiba di narita 12 jam sebelum aturan itu berlaku. Masya Alloh..lagi-lagi Allah benar benar menolong saya, tetapi saya yakin temen yg ditunda keberangkatannya adalah takdir terbaik dari Allah. Semoga kapanpun dan bagaimanapun kita kesini insya Allah ada hikmah baik dan besar dibalik semua itu.
Berangkat dari rumah di bekasi menuju cengkareng diantar orang orang terkasih Papa, Rahim, Cindra, Abah, Raushan, Kinza dan Thahira. sedih ninggalin mereka... Anak-anak yang selama ini menemani kemana mana, dalam ruang kelas saat ngajar π bahkan rapat dikampus. Belum kebayang bagaimana BDR/home learning anak anak yang selama ini saya dampingi masih akan berlanjut sampai semester depan, saat dimana saya jauh dari mereka. . Semoga tetap dikuatkan dan saya yakin anak anak sangat kuat karena saya pun berusaha untuk itu. Alhamdulillah sangat terbantu dengan teknologi video call dan CCTV yang portable bisa melihat dan memanggil anak anak disaat lagi beraktivitas didalam rumah.. Juga video dan audio kita yang di record untuk sekedar membacakan bed time story buat Kinza yang masih berusia 3.8 tahun.
Anyway, hari ini datang juga.. Bertolak ke Jepang dengan durasi perjalanan 8 jam, transit 4 jam, lanjut lagi 15 jam menuju Dallas. Transit 4 jam di Dallas dan menuju Columbus selama 3 jam. Kira kira kalo ga bawa koyo yg dikasi teman (mba Firdha) pinggang saya bisa patah π
lebay tapi saya pikir itu cocok menggambarkan perasaan saya yang sudah duduk, jalan, berdiri, stretching, nonton, dan tidur dalam pesawat. Ya, sama seperti perjalanan perjalanan saya di tahun 2007, 2008, 2010, 2012 yang lalu dari Indonesia ke USA dan sebaliknya. Tapi bedanya dulu masih muda π agak beda ya sama emak yang sudah beranak 3 π
ditambah faktor U π
Bicara soal obat-obatan, berangkat kali ini isi koper saya agak berbeda dengan yg sebelum sebelumnya. Hampir seperempat luggage isinya pesanan minyak kayu putih, habbatussauda, khusthul hindi, antangin, tolak angin, minyak kutus2, dan berbagai herbal anti covid atau pencegah virus serta multivitamin untuk menjaga imunitas yang dititip teman teman disana. Alhamdulillah semuanya lolos pemeriksaan karena semua berlabel dan aman aman saja. Mungkin petugas imigrasi mengira saya mau jualan herbal disana π
.
Oya tidak lupa juga TIPS perjalanan selama pandemi yang saya lakukan
1. Membawa baju ganti dalam carry on bag karena perjalanan lebih dari sehari lebih baik baju diganti dan baju kotor disimpan didalam kantong plastik di tutup rapat
2. Sering cuci tangan dengan handsoap atau sanitizer dan cuci muka dengan facial foam.. pastikan sebelum menyentuh apapun di toilet pesawat wajib menyemprot dengan sanitizer yang disediakan.
3. Berusaha tidak berbicara dengan penumpang lain kecuali memang penting untuk menghindari kontak. Waktu dari Indonesia ke Jepang, saya kebagian duduk di 3 seat yang dua seatnya kosong. Lumayan bisa selonjoran, baringan, dan ngangkat kaki π
banyak seat yg kosong mungkin karena aturan Jepang yang mau lockdown dihari itu. Tapi saat menuju Dallas, seatnya sangat full bahkan tidak berlaku social diatancing. Satu satunya yg bisa dilakukan adalah mengurangi gerakan dan bicara dengan penumpang lain.
4. Sering ganti masker. Oya well recommended pake masker KN95 Dan faceshield atau googles. Selama perjalanan saya ganti masker 6 kali.
5. Saat transit, upayakan bisa ke toilet untuk bersih bersih, cuci tangan dan muka pakai sabun, semprot2 baju atau ganti baju juga sekalian berwudhu.
6. Minum multivitamin atau herbal lainnya, ini bisa membantu kita fit selama perjalanan.
7. Jangan lupa mengirup atau meneteskan minyak kayu putih ke tisu diletakkan didalam masker. kayu putih dipercaya bisa menghambat replikasi virus.
Hmmm Yup..kira kira seperti itu tips nya teman teman π₯° Insya Allah dengan menjaga diri menerapkan protokol kesehatan you will be fine guyss (pinjam kata kata advisor saya)
Alhamdulillah 3 Januari 2021 2.25 pm saya tiba dengan selamat di Columbus, OH. Welcome to the land of liberty, begitu kata orang. Terima kasih kepada semua sahabat, kolega, dan keluarga yang sudah mendoakan dan mendukung selama ini, kepada teman teman seperjuangan yang saling support, pihak sponsor beasiswa Fulbright, aminef, IIE, advisor saya, OSU, dan masih banyak lagi...semoga Allah membalas kebaikan bapak ibu semuanya. Untuk my family, Till we meet again.. Doakan ambu lancar dan kalian bisa menyusul dalam waktu dekat. .I love you all...
Ucapan Terima kasih juga buat teman teman Indonesia sesama student, keluarga indonesia yang sudah menetap di columbus, dan komunitas Buckeye Brighters yang sudah menyambut saya dengan hangat, membantu saya settle, mengantarkan makanan, dan menyiapkan semua furniture lungsuran dari para senior yang sudah pulang ke tanah air π
ini bagian favorite saya ketika menjadi international student..nyari yang gratis gratis dan murah murahπ₯°
Buat sesama pejuang Fulbrighters 2020, Terima kasih sudah saling mendukung, berbagi info, suka dan duka.. Tetap semangat semoga kita bisa menyelesaikan perjuangan dan perjalanan panjang ini.
January 2021
saat killing time di pesawat, mati gaya berjam-jam dalam pesawat π
tapi penuh syukur atas kesehatan, keamanan, dan keselamatan yg diberikan juga makanan dan film film bagus selama perjalanan